Labs untuk menafsirkan data dan realitas ruang kota.
Data kota tidak berbicara sendiri; ia harus diuji, dibongkar, dan diinterpretasikan. Empat domain laboratorium ini adalah instrumen utama Napakota untuk membaca kondisi kota melalui data spasial, pengamatan lapangan, dan pengalaman nyata warga.
Empat Lensa Analisis Kondisi Kota
Setiap laboratorium mengkaji satu dimensi struktural perkotaan. Resilience Lab sudah berjalan dengan analisis PostGIS interaktif berbasis 104 kelurahan dan 11 kecamatan Kota Padang; tiga lab lainnya sedang dalam pengembangan dan status setiap kartu ditandai secara jujur di bawah.
Mobility Lab
Dirancang untuk mengukur keterjangkauan transportasi publik, konektivitas jaringan jalan, dan keadilan akses antar-kelurahan. Belum berjalan: data transit belum dimuat ulang setelah pembangunan ulang, dan jejaring pejalan kaki belum tersedia.
Segera — data sedang disiapkan.
Living Lab
Dirancang untuk mengevaluasi konsep Kota 15-Menit: apakah warga dapat memenuhi kebutuhan harian dalam radius jalan kaki. Belum berjalan: lapisan fasilitas belum dapat memisahkan jenjang SD dari SMA maupun Puskesmas dari RS, sehingga jarak yang dihitung akan keliru.
Segera — data sedang disiapkan.
Ecology Lab
Dirancang untuk menilai tutupan lahan, kesehatan daerah aliran sungai, dan perlindungan sempadan sungai. Belum berjalan: hanya tersedia poligon tutupan lahan vektor — belum ada data raster atau citra satelit.
Segera — data sedang disiapkan.
Resilience Lab
Laboratorium aktif. Menganalisis keterpaparan bahaya per kelurahan, cakupan evakuasi, dan skenario penempatan shelter hipotetis. Setiap angka dilabeli TERAMATI, HASIL MODEL, atau Belum tersedia — tidak pernah ditampilkan sebagai nol.
Ingin berkolaborasi dalam pemodelan data spasial kota?
Napakota Labs membuka peluang kerja sama riset dengan akademisi, pemegang data spasial, komunitas pemeta warga, dan pemerintah kota untuk menguji indikator perkotaan di berbagai daerah di Indonesia.
