Labs untuk menafsirkan data dan realitas ruang kota.

Data kota tidak berbicara sendiri; ia harus diuji, dibongkar, dan diinterpretasikan. Empat domain laboratorium ini adalah instrumen utama Napakota untuk membaca kondisi kota melalui data spasial, pengamatan lapangan, dan pengalaman nyata warga.

01. Mobility 02. Living 03. Ecology 04. Resilience
Arsitektur Instrumen

Empat Lensa Analisis Kondisi Kota

Setiap laboratorium mengkaji satu dimensi struktural perkotaan. Resilience Lab sudah berjalan dengan analisis PostGIS interaktif berbasis 104 kelurahan dan 11 kecamatan Kota Padang; tiga lab lainnya sedang dalam pengembangan dan status setiap kartu ditandai secara jujur di bawah.

01
People Movement

Mobility Lab

Dalam Pengembangan

Dirancang untuk mengukur keterjangkauan transportasi publik, konektivitas jaringan jalan, dan keadilan akses antar-kelurahan. Belum berjalan: data transit belum dimuat ulang setelah pembangunan ulang, dan jejaring pejalan kaki belum tersedia.

Segera — data sedang disiapkan.

4 Pilar Analisis yang Disiapkan:
Koridor Transit
6 koridor BRT/KA & 488 halte yang sudah terpetakan
Jaringan Jalan
1.131 ruas jalan arteri, kolektor, dan lokal
Aksesibilitas Halte
Rencana analisis jarak & waktu ke halte terdekat
Jejaring Pejalan Kaki
Belum tersedia — data jalur pejalan kaki masih sangat minim
Data yang Sudah Kami Miliki Tersimpan
6 Koridor
BRT & KA
488 Halte
Transit Terpetakan
1.131 Ruas
Jaringan Jalan
Cakupan: Kota Padang (104 Kelurahan) Kajian Terkait →
02
Quality of Life

Living Lab

Dalam Pengembangan

Dirancang untuk mengevaluasi konsep Kota 15-Menit: apakah warga dapat memenuhi kebutuhan harian dalam radius jalan kaki. Belum berjalan: lapisan fasilitas belum dapat memisahkan jenjang SD dari SMA maupun Puskesmas dari RS, sehingga jarak yang dihitung akan keliru.

Segera — data sedang disiapkan.

4 Pilar Analisis yang Disiapkan:
Fasilitas Harian
756 titik fasilitas yang sudah terpetakan
Klasifikasi Jenjang
Belum tersedia — SD/SMA dan Puskesmas/RS belum dapat dipisahkan
Akses Radius Jalan Kaki
Rencana analisis 15-minute city setelah jenjang fasilitas terverifikasi
Cakupan Wilayah
104 kelurahan dan 11 kecamatan
Data yang Sudah Kami Miliki Tersimpan
756 Titik
Fasilitas Harian
104
Kelurahan
11
Kecamatan
Cakupan: Kota Padang (104 Kelurahan) Kajian Terkait →
03
Green Systems

Ecology Lab

Dalam Pengembangan

Dirancang untuk menilai tutupan lahan, kesehatan daerah aliran sungai, dan perlindungan sempadan sungai. Belum berjalan: hanya tersedia poligon tutupan lahan vektor — belum ada data raster atau citra satelit.

Segera — data sedang disiapkan.

4 Pilar Analisis yang Disiapkan:
Tutupan Lahan
3.239 poligon tutupan lahan (data vektor)
Daerah Aliran Sungai
10 DAS yang melintasi Kota Padang
Koridor Sungai
450 ruas sungai dan tutupan di sekitarnya
Citra Satelit (NDVI/UHI)
Belum tersedia — belum ada data raster/satelit
Data yang Sudah Kami Miliki Tersimpan
3.239
Poligon Tutupan Lahan
10 DAS
Daerah Aliran Sungai
450
Ruas Sungai
Cakupan: Kota Padang (104 Kelurahan) Kajian Terkait →
04
Urban Safety

Resilience Lab

Eksplorasi Lab

Laboratorium aktif. Menganalisis keterpaparan bahaya per kelurahan, cakupan evakuasi, dan skenario penempatan shelter hipotetis. Setiap angka dilabeli TERAMATI, HASIL MODEL, atau Belum tersedia — tidak pernah ditampilkan sebagai nol.

4 Pilar Penilaian Spasial:
Overlay Keterpaparan
Irisan zona bahaya × kelurahan: porsi area & proksi populasi terpapar
Cakupan Evakuasi
Jarak/waktu ke shelter terdekat, kecepatan jalan & detour dapat diatur
Skenario What-If
Tempatkan shelter hipotetis, bandingkan A/B, bagikan tautan
Label Kejujuran Angka
TERAMATI / HASIL MODEL / Belum tersedia — asumsi selalu terlihat
Dataset Riil Terintegrasi PostGIS Live
667
Zona Bahaya
20
Shelter Resmi
17
Rute Evakuasi
104
Kelurahan
Cakupan: Kota Padang (104 Kelurahan) Kajian Terkait →

Ingin berkolaborasi dalam pemodelan data spasial kota?

Napakota Labs membuka peluang kerja sama riset dengan akademisi, pemegang data spasial, komunitas pemeta warga, dan pemerintah kota untuk menguji indikator perkotaan di berbagai daerah di Indonesia.